Minggu, 07 Oktober 2012
Jumat, 05 Oktober 2012
K. H. ABDULLAH UMAR
(alhafidz dari kota semarang)
Oleh: Ramli Nawawi
K.H. Abdullah Umar Al Hafidz adalah tokoh yang tidak asing bagi
masyarakat Kota Semarang. Kiprahnya dalam memajukan peribadatan dan memberikan
pendidikan dalam bidang keislaman gaungnya sampai ke beberapa daerah di
Nusantara dan bahkan ke negara tetangga. Ulama yang hidup sederhana ini semasa
hidupnya lebih dari 50 tahun telah mengabdikan dirinya untuk menghidupkan dan
memajukan peribadatan di Mesjid Besar Kauman Semarang. Karena itu kedekatan
umat Islam Semarang, khususnya masyarakat Kampung (Kelurahan) Kauman dan
sekitarnya serta kecintaan mereka terhadap mesjid tempat peribadatan mereka,
dapat disaksikan dari banyaknya jumlah jemaah yang terpanggil untuk selalu
datang ke mesjid dalam melaksanakan shalat lima waktu di Mesjid Besar Kauman
Semarang hingga saat ini. Semua itu tidak bisa dipisahkan dari usaha dan
ketekunan K.H. Abdullah Umar yang pada masa hidupnya secara rutin menyeru dan
bahkan mencontohkan kedekatan dan kecintaannya terhadap mesjid. Bahkan K.H.
Abdullah Umar yang bacaannya fasih dan hafal Al Qur’an tersebut sampai pada
akhir hayatnya selalu setia mengimami shalat lima waktu di Mesjid Besar Kauman.
|
|
Tokoh yang akrab dengan jemaah Masjid Besar
Kauman ini pada tahun 1982 mengajukan pensiun lebih awal ketika masih menjabat
sebagai Kepala Kantor Urusan Agama Semarang Tengah. Keputusan tersebut
diambilnya karena sebagai Kepala Kantor Urusan Agama Semarang Tengah waktu itu
ia diharuskan ikut kampanye untuk kepentingan politik, padahal para santrinya
tidak setuju dan menyatakan akan meninggalkan pondoknya. Karena itu demi untuk
kelangsungan pondok Al Qur’annya K.H. Abdullah Umar mengambil sikap pensiun
lebih awal.
Usahanya menggerakkan dan menuntun
masyarakat Semarang mencintai mesjid dan menyemarakkannya serta memberdayakan
milik pribadinya membangun pondok Al Qur’an tanpa mengharapkan imbalan apapun,
merupakan bagian dari kesyukurannya kepada Tuhan yang memberikannya kemampuan
berupa ilmu yang mengangkat kehidupannya dari yang dialaminya ketika masa
kecilnya.
K.H. Abdullah Umar yang isterinya juga
kemudian menjadi pengasuh para santri wanita hafidz Al Qur’an dan yang semua
anak-anaknya juga hafidz Al Qur’an itu, meninggal dalam usia 72 tahun pada hari
Jum’at 21 Dzulhijjah 1421 (16 Maret 2001). Masyarakat Semarang khususnya warga
Kampung Kauman dan jemaah Masjid Besar Kauman Semarang setiap tahun pada bulan
Dzulhijjah selalu menyelenggarakan
upacara haulan bertempat di Masjid Besar Kauman Semarang untuk mengenang dan
memberikan penghargaan atas jasa-jasa dan pengabdiannya. Pengabdian dan
keilmuannya yang patut dikagumi tentu memiliki nilai sendiri di hati masyarakat
yang mengenalnya. (HRN).
Minggu, 23 September 2012
KETUPAT KANDANGAN
KETUPAT KANDANGAN
HIDANGAN KHAS BANJAR KALSEL
Bahan:
-
6 buah ketupat dipotong-potong
-
750 gr ikan gabus segar
-
1 sendok teh asam Jawa
-
1 sendok teh air jeruk nipis
-
5 lembar daun jeruk disobek-sobek
-
2 batang serai dimemarkan
-
1.500
ml santan dari satu butir kelapa
-
6
sendok makan minyak untuk menumis
Bumbu halus:
-
10
butir bawangmerah
-
4
siung bawang putih
-
3
butir kemiri
-
0,5
sendok teh ketumbar
-
1 cm
jahe
-
3 cm
kunyit
-
0,5
sendok teh trasi
-
4,75
sendok teh garam
-
1 cm
lengkuas
-
0,125
(seperdelapan) sendok teh jintan
-
2 sendok
teh gula pasir
Bahan sambal:
-
cabai
merah (seperlunya)
-
2
buah cabai rawit
-
0,5
sendok teh trasi goreng
-
1
buah tomat
-
0,5
sendok teh garam
-
0,25
sendok teh merica
-
2
sendok makan minyak untuk menumis
Cara membuat:
-
Lumuri
ikan dengan asam Jawa, garam dan air jeruk nipis. Diamkan 45 menit.
-
Panggang
ikan di bara api sampai matang.
-
Tumis
bumbu halus, daun jeruk dan serai sampai matang
-
Tuang
santan lalu didihkan
-
Masukkan
ikan gabus. Rebus sampai bumbu meresap.
Untuk sambal:
-
Goreng
cabai, terasi, bawang merah dan tomat sampai harum
-
Angkat,
lalu tambahkan garam dan merica yang dihaluskan
Sajikan dengan
ketupat Kandangan
* Untuk porsi
lebih banyak bahan-bahan disesuaikan
* Sulit mendapatkan ikan gabus ganti saja dengan ayam panggang
* Sulit mendapatkan ikan gabus ganti saja dengan ayam panggang
(HRN: sumber
hasil pencatatan).
Sabtu, 15 September 2012
Sabtu, 01 September 2012
Langganan:
Postingan (Atom)
