Senin, 31 Agustus 2015
Rabu, 19 Agustus 2015
Jumat, 31 Juli 2015
DOKUMEN
DOKUMEN
Ma’loemat kedoea
oentoek Ra’jat
Diberitahoekan kepasa
Rajat :
1.Sangat disesalkan banjak
kesoesahan jang diderita oleh masjarakat lantarantindakan Militer dan Polisi,
tetapi apa boleh boeat, karena tindakan itoe timboelnja dari perboeatan pengatjau-pengatjaujang
menjoesahkan Ra’jat.
Djanganlah tjampoer dengan kaoem
pengatjau, sebab Militer atau polisi
soesah membedakan antara pengatjau dan orang jang tidak bersalah.
2. Djangan lari kalau melihat
militer atau Polsi.
3. Djanganlah Ra’jat pertjaja kabar bohong jang disiarkan oleh jang tidak
bertanggng jawab, goenakan fikiran dan timbangan jang sempoerna’
4. Hendaklah bersoenggoeh-soenggoeh mengerdjakan sawah dan ladang sehingga banjak mendapat padi. Moedah2an lekaslah berhenti kekatjauan ini, soepaja Ra'jat terhindar dari bahaya kelaparan - KARENA TIDAK ADA HARAPAN BERAS DARI LOEAR AKAN DIMASOEKKAN DISINI.
5. Haroeslah anak-anak dikembalikan kepada sekolah - Goeroe-goeroe , meneroeskan peladjaran kepada anak-anak.
Kandangan, 13 Januari 1949
DeKiai Besar vande Hoeloe Soengai Pangeran M. Nadalsjah
Kandangan, 13 Januari 1949
DeKiai Besar vande Hoeloe Soengai Pangeran M. Nadalsjah
LINTASAN SEJARAH BANJAR
LINTASAN SEJARAH BANJAR
(Kalimantan Selatan)
Oleh: Ramli Nawawi
Menurut Hikayat Banjar, sebuah buku berupa naskah
kuno berisikan ceritera tentang perkembangan pemerintahan raja-raja di
Kalimantan Selatan, pada sekitar abad ke 14 berdiri sebuah kerajaan bernama
egara Dipa. Kerajaan ini dibangun oleh seorang saudagar Keling bernama Empu
Jatmika. Ia datang kedaerah ini memenuhi wasiat almarhum ayahnya yang bernama
Mangkubumi. Empu Jatmika disuruh agar sepeninggal ayahnya supaya meninggalkan
Negeri Keling dan mencari tempat tinggal yang baru yang tanahnya panas dan
berbau harum. Ia kemudian sampai di suatu daerah bernama Hujung Tanah. Di
sinilah ia kemudian menemukan tanah yang panas
dan berbau harum tersebut.
$Empu Jatmika bersama anak-anak nya dan pembantunya kemudian mendirikan tempat
tinggal dan membangun daerah yang
kemudian dikenal sebagai daerah Kahuripan atau Kuripan, yakni daerah Amuntai
sekarang. Untuk upacara keagamaan ia mendirikan sebuah candi, yang kemudian
dikenal dengan Candi Agung.
Sebagai tokoh pimpinan yang kemudia diakui pula
oleh pendudukdi daerah tersebut, ia kemudian bergelar Maharaja di Candi. Bahkan
Kerajaan Negara Dipa ini semakin bertambah kuat dan wilayahnya semakin
bertambah luas berkat usaha penaklukan terhada daerah-daerah di sekitarnya oleh
para patih yang bernama Patih Magatsari dan Tumenggung Tatah Jiwa.
Empu Jatmika memandang dirinya tidak lebih dari
seorang saudagar. Ketaatannya memegang ajara Trimurti, merupakan tonggak kokoh
atas pandangannya bahwa kasta waisya tidak mempunyai hak untuk memerintah. Atas
pandangan itulah ia berwasiat kepada kedua orang anaknya yang bernama Empu
Mandastana dan Lambung Mangkurat, bahwa sepeninggalnya nanti supaya dicari
seorang raja yang sebenarnya. (bersambung)
Selasa, 30 Juni 2015
KUNCI ZUHUD
KUNCI ZUHUD
AKU TAHU, RIZKIKU TAK MUNGKIN DIAMBIL ORANG
LAIN
KARENANYA, HATIKU TENANG
AKU TAHU, AMAL-AMALKU TAK MUNGKIN DILAKUKAN
ORANG LAIN
MAKA , AKU SIBUKKAN DIRIKU UNTUK BERAMAL
AKU TAHU, ALLAH SELALU MELIHATKU
KARENANYA, AKU MALU BILA ALLAH MENDAPATIKU MELAKUKAN
MAKSIAT
AKU TAHU, KEMATIAN MENANTIKU
MAKA, KUPERSIAPKAN BEKAL UNTUK BERJUMPA DENGAN RABB KU
(Hasan
al-Bashri)
Selasa, 23 Juni 2015
RAMADHAN MUBARAK
Disusu oleh:
Ramli Nawawi
Ramadhan Mubarak telah menjelang
kita kembali. Masjid dan Musalla
kembali ramai dikunjungi umat Islam untuk bersama-sama menjalankan ibadah
Ramadhan. Dalam bulan yang penuh berkah ini Allah S.W.T. memberikan ganjaran
istimewa sebanyak 70 kali pahala terhadap setiap ibadah yang kita lakukan.
Karena itulah laki-laki dan perempuan muslim, bahkan para remaja tak terkecuali
anak-anak ramai melaksanakan ibadah
tarwih yang diselenggarakan di Masjid-Masjid dan surau yang ada di setiap lingkungan mereka
bertempat tinggal.
Banyak hikmah yang terkandung di dalam bulan yang suci ini. Nabi kita
Muhammad s.a.w. menyampaikan kepada kita umatnya, sebagaimana sabdanya:
اتاكم رمضان سيد الشهور * فمرحبا به واهلا * جاء
شهرالصيام با لبركا ت
فاءكرم به من زائر هوات * لو تعلمو امتى ما فى
رمضان لتمنو ان تكون
انتكون
السنة كله رمضان * لاء ن الحسنا ت فيه مجتمعة * والطاعة
مقبولة
والدعوات مستجابة * والدنوب مغفورة * والجنة مشتاقة *
“Telah datang bulan Ramadhan
mengunjungi kamu, bulan yang amat utama, sambut dan elu-elukanlah kedatangannya
itu. Dia datang membawa bermacam-macam berkah, muliakanlah dia laksana
menghormati tamu. Seandainya umatku mengetahui nilai-nilai yang terkandung
dalam bulan Ramadhan itu, pastilah mereka menginginkan supaya seluruh bulan dalam
setahun terdiri dari bulan Ramadhan. Karena dalam bulan Ramadhan itu berkumpul
bermacam-macam kebaikan yang memberi pahala, taat yang diterima, do’a
diperkenankan, dosa diampuni, dan timbul kerinduan akan sorga”.
Kalau kita perhatikan isi hadis
yang diriwayatkan Ibnu Abbas tersebut, maka hikmah yang terkandung
dalam bulan Ramadhan tersebut selain mengandung nilai-nilai Ubudiah (penghambaan diri kpd Allah),
juga mengandung nilai-nilai Etika
yang memberi tuntunan dalam hidup kita bermasyarakat.
1.Ramadahan sbg sumber kebaikan:
Kita mengetahui bahwa puasa dalam
bulan Ramadhan selain sebagai salah satu rukun Islam, juga merupakan lahan yang
mendatangkan pahala yang ebrlipat ganda. Karena itu pada malam hari selama
bulan Ramadhan kita dianjurkan melaksanakan :
Shalat tarawih, I’tikaf di
mesjid, tilawatul Qur’an, meningkatkan do’a memohon ampun kpd Allah, mengeluarkan sedekah, serta perbuatan-perbuatan baik lainnya. Karena itulah Ramadhan
dikatakan sebagai sumber kebaikan.
2. Pada bulan Ramadhan ketaatan
kita diterima oleh Allah, Attaata Makbulatun (segala amal ibadah akan diterima
oleh Allah).
3. Pada bulan Ramadhan segala doa
diperkenankan. Setiap doa yang baik yang domohonkan dalam bulan Ramadhan akan
diperkenankan oleh Allah s.w.t. Karena itu dalam bulan Ramadhan memberikan
kesempatan kpd kaum muslimin dan muslimat untuk meningkatkan doa untuk
kemaslahatan kehidupan di dunia dan dia khirat.
Ada 3 doa yang banyak dipanjatkan dalam bulan
ini:
الهم اغفرلى د نوب يا رب العالمين
(Ampunilah dosaku ,
ya Allah Tuhan sekalian Alam), dibaca pada
hari pertama sd 10.
الهم ارحمنى برحمتك يا ارحم الرحين
(Berilah rahmatlah aku
dengan rahmatMu, ya Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang), dibaca pada
hari ke 11 sd 20.
الهم اعتنى من النار واد حلنى الجنة يا رب
العالمين
(Ya Allah, bebaskanlah aku dari siksa api neraka, dan masukkanlah aku ke
dalam sorga),
Dibaca pada hari ke 21sd akhir
Ramadhan.
4. Pada bulan Ramadhan dosa-dosa
diampuni. Sebagaimana hadis nabi:
من صام رمضان ايمانا واحتسابغفر له ما تقد م من
د به
(Barang siapa berpuasa
Ramadhan dengan keimanan dan mengharap keredaan Allah, maka diampuni
dosa-dosanya yang lalu).
Yang dimaksudkan disini bahwa
pada bulan Ramadhan terdapat peluang yang memberi kesempatan kpd kaum muslimin dan
muslimat utk meningkatkan amaliah, sehingga kumpulan kebaikan yang dilakukan
seorang hamba tersebut dapat menghapus dosa-dosanya. Allah menegaskan dalam
surah Al Hud (114):
اءن
الحسنات يدهبن السيئا ت *
“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan kebaikan itu menghapuskan perbuiatan-perbuatan
yang buruk”.
5. Bulan Ramadhan menimbulkan kerinduan
untuk nanti bisa memasuki sorga. Bulan ramadhan dengan segala kesemapatan untuk
melakukan amaliah itu menumbuhkan upaya
untuk nantinya menjadi penghuni sorga, yakni tempat di akhirat yang
memberikan penuh kebahagian dan kenikmatan seperti yang dijanjikan Allah kepada
orang-orang yang taat beribadat menjalankan kewajiban yang diperintahkanNya.
Nilai-nilai lain yang dilahirkan
dari ibadah puasa adalah ketahanan rohaniah. Karena puasa melatih jiwa
mengendalikan dan menguasai hawa nafsu. Sementara ketahanan rohaniah seseorang
akan mampu menghadapi setiap tantangan dan godaan yang hendak menyesatkan atau
menjatuhkan kita. Ketahanan rohaniah sangat diperlukan bagi keluarga muslim dlm
kehidupan dunia modern saat ini (agar kita terhindar dari pengaruh sarana
komunikasi, narkoba, dls).
Nilai lainnya, dengan berpuasa
orang semakin menyadari akan nikmat yang diberikan Allah. Semua nikmat itu
disadari ketika nikmat itu hilang atau lenyap dr seseorang. Dengan berpuasa,
maka dengan kemauan sendiri orang menahan dirinya tidak makan dan tidak minum
sehari penuh. Dengan demikian dia dapat merasakan bagaimana nikmat yang
diberikan Allah sesuatu yang pernah dimilikinya manakala hal itu tidak
dimilikinya lagi.
Ibadah puasa juga melatih
seseorang utk berserah diri kpd Allah s.w.t. (Allah yang mengatur kemampuan
kita), puasa menguatkan kemauan (ada tantangan dan godaan menyuruh mundur) ,
jujur (walau sendiri tdk minum dll),
Demikianlah dr semua uraian di
atas, maka ibadah puasa yang kita lakuakn dalam bulan Ramadhan saat ini, banyak
mengandung nilai-nilai ubudiah (untuk bekal kehidupan kita yang kekal kelak),
dan juga mengandung nilai-nilai moral (etika) yang berguna untuk menghadapi
tantangan kehidupan di masyarakat seperti
saat ini
(HRN)
Minggu, 31 Mei 2015
HIJAB HATI
HIJAB HATI
(Sumber: Ustad
Islami)
- Azzunub, tumpukan dosa, tanpa diiringi dengan kesungguhan bertaubat.
- Alwasikh, banyak makan dan minum yang haram.
- Aljahlu, sangat pintar ilmu dunia, tetapi bodoh dan malas belajar ilmu islami.
- Alhawatutbau, nafsu yang diperturutkan terus menerus, seperti minum air laut yang kesannya menghilangkan dahaga.
- Hubbuddunya, terlalu cinta dunia, sehingga tidak peduli lagi halal dan haram.
- Alzhulmu, banyak orang yang disakiti.
- Assyaitanu rookibahu, apabila tak dijauhi dengan mudah syaitan menundukkannya, sampai tidak sadar manusia itu dalam kesesatan.
Allahumma, ya Allah bersihkanlah hati kami dari
dosa dan kesombongan. (HRN)
Langganan:
Postingan (Atom)
