Sabtu, 27 Oktober 2012

SEKILAS SEKITAR MAKNA SEJARAH



Sejarah serba subyek, sejarah serba obyek

Oleh: Ramli Nawawi

Berapa banyaknya difinisi tentang sejarah?. Sepertinya belum ada orang yang menghitung dan mengklasifikasikannya. Sejarah yang dalam pengertian sederhana berarti ”masa lampau” itu, dapat mengundang tanggapan-tanggapan yang filosofis dan bahkan skeptis dan sarkastik. Herder mendifinisasikan sebagai proses ke arah tercapainya kemanusian yang tertinggi, sementara Voltaire mengejek dengan menyebutnya sejarah tak lebih dari tableau ketololan manusia. Lain lagi kepercayaan orang yang menganggap bahwa sejarah adalah proses samsara yang ingin sesegeranya mereka tinggalkan. Sedangkan sejarah bagi Marxist adalah proses ke arah tercapainya masyarakat ideal tanpa kelas. Dan banyak lagi sikap dan pandangan filosofis lain tentang sejarah.

Di sini kita tidak akan membahas tentang filsafat sejarah. Untuk mengerti apa itu sejarah, kita cukup membalik-balik kamus-kamus secara terbatas. Dalam Kamus Inggeris (1951)  The concise Oxford dictionary , History berarti: Continuous methodical record of public event; Study of growth of nations; Whole train of events connected with nation, person, thing, etc. Daam Kamus Belanda Verklarend handwoordenbook der NederlandseTaal,M.J. Koenen-J. Endepols (1939) hal. 323, Geschiedenis berarti: Voorval, gebeutenis; Verhaal van hetgeen gebeurd is; Vak van wetenschap. Dan dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia oleh W.J.S. Poerwadarminta 1952, Sejarah berarti: (1) Kesusasteraan Lama; silsilah;asal usul; (2) Kejadian dan peristiwa yang benar-benar telah terjadi pada masa yang lampau; riwayat.   

Maka apabila kita perhatikan difinisi-difinisi di atas, maka yang dimaksud sejarah tersebut sekurangnya ada 3 hal, yakni:
  1. Kejadian-kejadian, perisiwa-peristiwa seluruhnya yang berhubungan dengan negara, manusia, benda dan sebagainya. Dengan singkat adalah seluruh perubahan yang nyata di dalam manusia sekitar kita,
  2. Ceritera yang tersusun sistimatis (teratur) daripada kejadian-kejadian dan peristiwa-peristiwa umum.
  3. Ilmu (science, wetenschap) yang bertugas menyelidiki  perkembangan negara-negara, peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian lampau.

Ceritera tentang peubahan-perubahan dan sebagainya serta ilmu yang menyelidiki perubahan-perubahan tersebut itu pada dasarnya merupakan kegiatan manusia. Dalam hal ini manusia berperan sebagai subyek. Jadi sejarah sebagai ceritera dan sejarah sebagai ilmu adalah ciptaan manusia. Manusia sebagai subyek atau pemegang peranan membuat ilmu dan ceritera. Ilmu sejarah dan ceritera sejarah disebut sejarah serba subyek.

Perubahan-perubahan dan peristiwa-peristiwa terjadi tidak semata-mata  karena kehendak manusia, serba tidak langsung terjadi di luar kemampuan manusia dan tidak dengan persetujuan manusia. Segala sesuatu seolah-olah menurut kodrat sendiri atau menurut kehendak Tuhan. Kejadian-kejadian atau peristiwa-peristiwa di luar kegiatan manusia ini disebut sejarah serba obyek. 

 (HRN, disusun dari berbagai sumber)
.

(HRN: Maaf naskah ini jangan di copy ke blog lain).

Tidak ada komentar: